PP Reforma Agraria Terbit Januari 2012

JAKARTA–MICOM: Pemerintah targetkan penerbitan Peraturan Pemerintah Tentang Reforma Agraria pada Januari 2012. Badan Pertanahan Nasional (BPN) mulai bentuk tim penyusun draft rancangan Peraturan Presiden tentang pengadaan tanah.

Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo winoto menyatakan pembahasan RPP Reforma Agraria sudah selesai. Bahan RPP tinggal dibicarakan di Sidang Kabinet.

“Dengan terbitnya payung hukum ini bakal memberikan jaminan keadilan atas tanah terhadap rakyat. Peraturan ini memungkinkan memberikan akses kepada masyarakat untuk menguasai atau memiliki tanah,” ujarnya ketika ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/12).

Ia menyatakan salah satu pasal yang terkadung dalam payung hukum itu yakni pemberian akses atas tanah dari tanah negara. Tanah itu nantinya langsung diberikan sebagai hak milik atau transisi dulu hak pakai atau selamanya hak pakai.

Saat ini BPN mulai membentuk tim penyusun draft rancangan Peraturan Presiden tentang pengadaan tanah. Langkah itu menyusul terbitnya Undang-Undang pengadaan tanah. “Sudah mulai dan tim sudah dibentuk, saya berharap sebulan atau dua bulan draft sudah rampung dibuat,” jelasnya.

PP Reforma Agraria merupakan dasar hukum program pemerintah membagikan 6 juta ha kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada tahap awal luas tanah yang dibagikan sebesar 1,6 juta ha, yang merupakan tanah sisa dari pelaksanaan PP Nomor 224 tahun 1961 tentang redistribusi tanah. Jumlah lahan itu bisa ditambah menjadi 6 juta ha dalam beberapa tahap berikutnya.

Pembagian tanah atau yang lebih dikenal dengan sebutan landreform tersebut akan dilakukan melalui mekanisme yang sangat ketat. Tidak sembarang orang bisa mendapatkan fasilitas dari pemerintah.

Syarat utama mereka yang bisa menerima tanah melalui program landreform itu adalah mereka yang miskin, tidak memiliki tanah, punya tanah tapi luasnya kecil dan berbagai syarat lain yang ditetapkan pemerintah. (Yoi/OL-2)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com

Realisasi Cetak Sawah Baru 50 Ribu Hektare

MAMUJU–MICOM: Perluasan areal persawahan melalui cetak sawah baru menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan volume produksi beras dalam negeri.

Itu dapat menjamin ketersediaan pangan dalam negeri dan target penghentian impor beras dapat tercapai. Ini disampaikan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto.

“Impor beras memang masih dilakukan. Sawah di Jawa banyak yang beralih fungsi menjadi jalan tol atau permukiman. Untuk peningkatan produksi beras, diintensifkan perluasan areal persawahan melalui cetak sawah baru di luar Jawa,” kata Gatot di Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (17/12).

Kementerian Pertanian menargetkan pencetakan sawah baru pada 2011 seluas 62 ribu hektare dan sudah terealisasi 50 ribu hektare se-Indonesia.

Untuk Sulawesi Barat, pada 2011, luas areal persawahan baru melalui program cetak sawah tersebut mencapai 4.000 hektare dengan total areal sawah seluas 70 ribu hektare di lima kabupaten.

Pemerintah optimistis tidak akan melakukan impor beras pada 2012 jika produksi padi nasional naik 13% menjadi 74 juta ton dari perkiraan tahun ini sebanyak 65 juta ton. (FH/OL-5)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com

Sekolah Lapang Iklim Karawang-Subang 2011

Senin 28 November 2011 di ciater subang telah dilaksanakan acara Sekolah Lapang Iklim. Kegiatan SLI Subang-Karawang  yang berlangsung empat hari ini membahas pentingnya cuaca dan iklim terutama implemenasinya di bidang pertanian. Adapun Materi kegiatan antara lain

  • Mengenal unsur cuaca dan iklim
  • Memahami informasi prakiraan cuaca dan iklim
  • Mengenal alat ukur cuaca
  • Proses Pembentukan hujan
  • Memahamiteori peluang
  • Memahami neraca air lahan

Download : Materi SLI 2011
Password : bemfpunwir.wordpress.com

Sumber : Sekolah Lapang Karawang-Subang 2011

Sukun Jadi Pengganti Nasi dan Penyembuh Sakit Jantung

foto: ist

foto: ist

 

BOGOR– Siapa di antara kamu yang belum tahu sukun? Salah satu jenis buah-buahan yang potensial yang dikenal sebagai sumber karbohidrat dan mempunyai komposisi gizi yang relatif tinggi loh.Dalam daging sukun, tersdapat 100 gram berat basah sukun mengandung karbohidrat 35,5 persen, protein 0,1 persen, lemak 0,2 persen, abu 1,21 persen, fosfor 0,048 persen, kalsium 0,21 persen, besi 0,0026 persen, kadar air 61,8 persen, dan serat atau fiber dua persen.

Bukan rahasia lagi jika sukun dapat dikembangkan sebagai diversifikasi pangan. Sukun juga memiliki banyak manfaat untuk mengatasi penyakit kardiovaskular alias penyakit jantung.

Mahasiswa Departemen Teknologi Industri Institut Pertanian Bogor (IPB) Shinta Permatasari mengatakan manfaat sukun untuk penyembuhan penyakit kardiovaskular banyak dikaitkan dengan kandungan flavanoidnya.

“Sukun juga dapat dijadikan sebagai pangan alternatif cepat saji yang bergizi tinggi dan mengandung senyawa flavonoid yang baik untuk kesehatan jantung,” ujar Shinta dalam siaran persnya yang diterima okezone, Selasa (25/10/2011).

Shinta bersama Devi Aryati, Yana Taryana, Moh Arya Wicaksana, dan Rahayu Kurnia yang juga mahasiswa IPB melakukan penelitian bertajuk ‘Produk Inovasi Baru Nasi Cepat Masak Alternatif Pengganti Beras dengan Bahan Dasar Sukun yang Kaya Isoflavon’. Inovasi tersebut dibimbing oleh dosen IPB, Titi Candra Sunarti tersebut merupakan bagian dari Program Kreavitas Mahasiswa.

Senyawa flavonoid, lanjut Shinta, memiliki struktur 1,2-diarilpropan, yakni sebuah kelompok flavonoid yang banyak ditemukan di alam umumnya adalah flavon, flavonol, dan antosianidin. Sebagian besar flavonoid ditemukan di alam dalam bentuk glikosida, yaitu ikatan senyawa flavonoid dengan gula. Flavonoid merupakan antioksidan kuat yang dapat mereduksi radikal bebas dalam tubuh manusia. Sukun sangat baik untuk pengobatan kardiovaskular karena mengandung senyawa flavonoid.

Dalam program ini, jelas Shinta, buah sukun dibuat menjadi formula nasi cepat masak dengan mengkombinasikan tepung sukun dengan tepung jagung, tepung beras, tepung beras, tepung singkong, atau pati singkong.

“Kami berharap dapat mendukung ketahanan pangan sebagai produk diversifikasi pangan. Pemanfaatan sukun sebagai makanan pokok dapat dilakukan dengan mengolah sukun dengan campuran berbagai tepung komposit menjadi produk menyerupai nasi karena teknologi tepung campuran (tepung komposit) tampaknya cukup prospektif sebagai pendorong diversifikasi pangan,” akunya.

Beras yang terbuat dari sukun tersebut akan dibuat sedemikian rupa agar menjadi nasi yang cepat masak (quick cooking). “Selain hemat waktu, nasi cepat masak ini juga hemat penggunaan listrik dan air untuk memasaknya,” kata Shinta.

Dia menjelaskan mengenai proses pembuatan nasi cepat masak berbasis sukun ini. Mulanya, sukun dikupas, dibelah, direndam dalam garam, diiris, dan diblansing. Lalu chip sukun dijemur atau dikeringkan. Setelah kering digiling, diayak dan ditambah tepung beras atau lainnya dengan konsentrasi tertentu.

“Dilakukan penambahan guar gum, Kalium Carbonat, dan baking powder untuk merekatkan tepung. Kemudian dibentuk berupa grits. Dilakukan pengukusan, pengeringan, dan penanakan, maka nasi sukun siap disajikan,” urai paparnya.

Menurut Shinta, hasil formulasi terbaik ditetapkan berdasarkan uji organoleptik. Hasilnya adalah formulasi nasi sukun dengan bahan baku 50 persen tepung sukun dan 50 persen tepung beras paling disukai karena memiliiki rasa dan tekstur yang lebih disukai dibandingkan dengan formulasi nasi sukun yang lain.

“Beras ini memiki kadar protein 4,6 persen, kadar karbohidrat 83,5 persen, kadar lemak 1,2 persen, cooking loss 27,7 persen, kadar air 8,3 persen kadar abu 2,7 persen dan kadar flavonoid yang cukup banyak,” terang Shinta.

Berdasarkan temuan tersebut, dia pun berharap ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui umur simpan produk nasi sukun. Diharapkan pula ada penelitian lebih lanjut untuk memperbaiki rasa dan warna nasi sukun agar lebih disukai oleh konsumen.
(rhs)

Sumber : Riani Dwi Lestari-Okezone.com

Sekolah ke Jepang Tanpa Belajar Bahasa Jepang

KOMPAS.com – Asia Pacific University (APU) memberikan program beasiswa bagi mahasiswa asing untuk menjalani studi di Negeri Sakura. Beasiswa ini diberikan selama maksimal 4 tahun (hingga lulus) dan tidak ada ikatan apa pun. Proses seleksi masuk dan beasiswa APU berdasarkan kualitas dokumen yang dikirimkan, tanpa tes tertulis ataupun wawancara. Selain itu, APU menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar belajar. Jadi, Anda tak perlu belajar bahasa Jepang dahulu. Tertarik?

Beasiswa yang diberikan APU hanya mencakup 124 SKS selama 4 tahun untuk mahasiswa tahun pertama (first year student), 94 SKS selama 3 tahun untuk mahasiswa transfer tahun kedua (second year transfer student), dan 62 SKS selama 2 tahun untuk mahasiswa transfer tahun ketiga (third year transfer student).

Program beasiswa ini tidak berlaku jika mahasiswa mengambil SKS tambahan, atau memutuskan untuk kuliah lebih dari 4 tahun.

Nah, terdapat beberapa pilihan beasiswa, yaitu beasiswa Pra Enrollment yang mencakup beasiswa program 100 persen, beasiswa program 80 persen, beasiswa program 65 persen, beasiswa program 50 persen, beasiswa 30 persen, dan Honor Scholarship.

Untuk program beasiswa 100 persen, biaya kuliah ditanggung semua oleh universitas, tanpa biaya tiket dan biaya hidup. Begitu pula dengan program 80 persen, universitas membayarkan 80 persen biaya kuliah dan seterusnya. Adapun, Honor Scholarship adalah beasiswa yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi senilai 600.000 yen per tahun. Mahasiswa hanya membayar uang pangkal 130.000 yen, tiket pesawat, dan biaya kuliah 1.200.000-1.375.000 yen per tahun serta biaya hidup, dan bisa digabungkan dengan beasiswa APU lainnya.

Ada pula Beasiswa Pasca-enrollment, yaitu beasiswa internal untuk mahasiswa yang telah berada di Jepang, berprestasi serta memenuhi persyaratan. Selain itu, ada beasiswa eksternal yang diberikan untuk mahasiswa internasional, dan 19 macam beasiswa yang diberikan bagi yang memiliki student visa.

Bagi enrollment untuk April 2012, batas waktu aplikasi 30 September 2011 dan batas waktu aplikasi reguler tanggal 30 November 2011. Untuk enrollment September 2012, deadline aplikasi 31 Januari 2012, batas waktu aplikasi reguler 31 Maret 2012.

Untuk mendapatkan free application form, Anda datang langsung ke  APU Indonesia Information Center, Summitmas Tower 1 lantai 10 Jl. Jend. Sudirman Kav 61-62 Jakarta Selatan, atau menghubungi telepon 021-2523708, mau pun mengirimkan e-mail ke univrpap@pacific.net.id. Anda juga bisa mengunjungi situs web APU http://www.apu.ac.jp.

Selamat mencoba!

Sumber : Kompas.com

Penjual Tapi Tidak Bisa Berjualan, Apa Solusinya?

ANDA mungkin pernah datang dalam suatu pameran dan melihat sendiri di mana para SPG atau tim penjualnya malah sibuk sendiri, ada yang ngobrol, ada yang sibuk bertelepon,SMS-an atau FB-an.

Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berani tidur-tiduran, malas-malasan saat jam kerja. Bagaimana perasaan Anda sebagai calon pembeli jika melihat penjual seperti itu? Kecewa? Jengkel? Bagaimana pula perasaan Anda jika Anda sebagai pemilik bisnisnya? Tentu akan sangat jauh lebih kecewa.

Namun ini faktanya, tidak sedikit penjual, tetapi tidak bisa berjualan dan tidak produktif (bahkan bisa termasuk kategori: tidak layak menjadi seorang penjual). Atau Anda pernah melihat seorang penjual, tetapi mudah menyerah ketika ada calon konsumen tidak cocok atau tidak mau membeli, terlihat wajah kecewa yang mendalam dari si penjual dan akhirnya jadi turun semangatnya hingga lama kelamaan penjualannya pun terus turun.

Rupanya kejadian tersebut bisa terjadi baik di perusahaan kecil atau di perusahaan yang besar sekalipun. Pertanyaannya, mengapa ada seorang penjual, tetapi tidak bisa berjualan? Atau bahkan tidak layak untuk berjualan? Yang lebih penting, bagaimana solusinya? Salah satu solusinya adalah dari sistem perekrutannya.

Jika sistem perekrutannya salah atau tidak dengan konsep atau sistem yang tepat,biasanya juga akan menghasilkan penjual-penjual yang tidak tepat, tidak bisa menjual (dengan optimal). Apakah Anda masih ingat, ada suatu perusahaan ternama di Jepang yang melakukan perekrutan karyawan dengan cara yang sangat berbeda dan efektif?

Perusahaan tersebut membuat lowongan pekerjaan untuk mencari karyawankaryawan atau tenaga penjual yang andal. Memang, ketika lowongan pekerjaan diinformasikan ke publik, langsung mendapat banyak respons: banyak orang ingin melamar.

Namun ternyata ada pemberitahuan bahwa wawancara akan dilakukan di puncak Gunung Fujiyama, ya benar, di puncak gunung di Jepang dan diinformasikan pula bahwa wawancara akan dilakukan jam 6 pagi! Bisa Anda bayangkan, kira-kira berapa orang yang akan sanggup? Memang, akhirnya yang bersedia dan sanggup datang hanya sedikit.

Dan di hari wawancara pun hanya sedikit orang yang benar-benar berkomitmen datang dan ikut dalam tes wawancara. Dalam perjalanan ke puncak gunung, ada pelamar yang basah kuyup karena tidak membekali diri dengan mantel atau jas hujan, ada yang napasnya terengah-engah sehingga membutuhkan bantuan pernapasan.

Ada yang kedinginan dan menggigil dan banyak hal lain yang dialami para pelamar. Ternyata dalam perjalanan ke puncak gunung tersebut sudah bisa terlihat antara lain komitmen, dedikasi, ketangguhan, daya juang, dan pentingnya persiapan yang matang dari para calon karyawan/penjual.

Memang, akhirnya yang terpilih adalah orang-orang yang sudah mempersiapkan diri dengan matang, termasuk antisipasi hujan, mereka sudah membawa jas hujan, dan mereka sudah membekali diri dengan olahraga sebelumnya untuk menjaga stamina meskipun kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Ini penting karena dalam dunia kerja yang nyata mereka bisa menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi mereka sudah terbiasa untuk antisipasi atau persiapan yang matang. Ada beberapa poin penting yang bisa kita pelajari bersama dalam menyeleksi/merekrut tim penjualan yang lebih andal.

Pertama, sebenarnya kita sudah bisa mulai mengetahui karakter, kesungguhan, keuletan, dan ketangguhan seseorang karyawan/penjual sejak saat pertama perekrutannya. Oleh karena itu, pastikan kita memiliki cara rekrutmen yang solid dan efektif.

Kedua, sangat penting untuk senantiasa membuat metode perencanaan yang matang dalam perekrutan para karyawan/ tim penjual Anda. Jangan sampai suatu perusahaan yang sebenarnya sudah membuat perencanaan target pemasaran yang sangat bagus, tetapi tidak didukung dengan SDM yang andal. Maka buatlah sekarang juga jika Anda belum memiliki metode atau sistemnya.

Ketiga,kita bisa belajar dari ide perekrutan perusahaan di Jepang tersebut dan silakan sesuaikan/modifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Sekali lagi, pastikan dari awal,Anda sudah memiliki tim yang mampu mendukung tercapainya goal pemasaran ataupun perusahaan Anda secara umum.

Dan dengan senang hati dari TDW masih ingin memberikan kesempatan kepada Anda untuk memenangi: GRATIS !!! 50 Tiket Seminar Financial Revolution di berbagai kota di Indonesia.Untuk Anda, teman, keluarga, tim, partner Anda.

TUNG DESEM WARINGIN Pelatih Sukses No. 1 Indonesia
(Koran SI/Koran SI/and)

Sumber : Okezone.com

Dari Usaha Keluarga, Batik Kayu Ekspor Raup Puluhan Juta Rupiah

GARA-GARA sering mengikuti pameran kerajinan, jalan hidup Indah Rahayu Indra berubah dari pengusaha kain batik keluarga menjadi eksportir batik kayu (wooden batik). Omzetnya pun kini puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Dalam satu dekade terakhir, industri kerajinan di Tanah Air makin menggeliat. Hal ini terlihat dari frekuensi penyelenggaraan pameran produk kerajinan yang terus meningkat setiap tahun. Ajang pameran berskala nasional seperti Inacraft dan Kridaya menjadi daya tarik tersendiri yang menggambarkan miniatur produk kerajinan tangan dari seluruh penjuru Nusantara.

Ragam produknya pun kian kreatif dan inovatif. Nah, jika ada pengusaha kecil yang memetik manfaat dari pameran, Indah Rahayu Indra-lah salah satunya. Pertemuan dengan buyer pada sebuah pameran kerajinan tahun 1999 telah menjadi titik tolak menuju pengembangan usaha kerajinan batik bermerek “Rizki Ayu” yang dirintisnya di Kota Gudeg sejak 1995.

Dari situ pula, wanita asli Yogyakarta ini mulai berkenalan dengan dunia ekspor-impor. Dalam pameran kerajinan yang digelar di Jakarta itu, stan “Rizki Ayu” didominasi produk kain-kain batik. Sebagai pemanis, Indah juga memajang sebuah topeng kayu bermotif batik karya dari rekannya sesama wirausaha batik.

Tak disangka, keberadaan topeng batik itu menarik perhatian seorang buyer yang mampir di stannya. Nasib baik pun menghampiri Indah manakala sang buyer menantangnya untuk menyediakan produk batik kayu dalam jumlah banyak untuk keperluan ekspor ke Amerika, tepatnya ke California dan Louisiana.

“Untuk ekspor itu kan dalam sekali kirim minimal harus ada satu kontainer. Akhirnya, saya berkolaborasi bersama tiga perajin lainnya sepakat menerima order itu,” kenang ibu dua anak ini. Tak hanya dalam bentuk topeng batik, sang buyer juga meminta variasi produk kayu bermotif batik yang lebih fungsional seperti nampan dan mangkuk kayu bermotif batik.

Maka, pada tahun 2000, Indah dan beberapa karyawannya yang semula hanya memproduksi batik kain mulai berinovasi mengguratkan motif batik pada media kayu yang telah dibentuk menjadi perkakas rumah tangga. “Saya tidak meniru, tapi justru tuntutan pasar yang mengajak saya menekuni batik kayu,” ucap alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia itu.

Kendati bukan pemain pertama di bidang batik kayu, di kota kelahirannya Indah termasuk jajaran pionir pengembangan batik kayu untuk keperluan fungsional (nondekoratif). Beberapa produknya adalah piring, mangkuk, nampan, tatakan gelas, cermin genggam, dan tempat tisu.

Semuanya terbuat dari kayu yang diberi motif batik yang kental dengan warna natural dan tradisional. “Motifnya Yogya kombinasi. Dari motif asli batik seperti kawung, lereng, lurik, ceplok, kami kombinasikan misalnya dengan motif bunga,” tuturnya.

Demi keamanan konsumen, sang buyer juga mengajari cara finishing produk dengan media nontoksik sesuai dengan standar internasional.Pasar ekspor pun kian berkembang ke beberapa negara seperti Jerman dan Spanyol. Kapasitas produksi bisa mencapai 1.500 keping setiap bulannya.

Tak disangka, usaha batik Rizki Ayu yang didirikan dengan modal awal Rp5 juta itu kini mampu meraih omzet lebih dari Rp50 juta per bulan. ”Produk batik kayu milik saya sekarang lebih banyak diekspor. Komposisinya 60 persen untuk ekspor, 40 persen lokal,” jelas wanita yang menjabat sebagai wakil ketua I Dekranas Provinsi DIY itu.

Untuk memenuhi kuota ekspor, Indah bekerja sama dengan 100 perajin batik asli yang tersebar di Yogyakarta dan Klaten. Caranya melalui kemitraan yang digalang oleh para karyawannya yang kini berjumlah 30 orang.

Beberapa karyawan ditunjuk sebagai penanggung jawab yang mengoordinasikan satu kelompok pembatik yang terdiri atas 20 orang. Setiap item produk dijual dengan harga mulai Rp5.000 sampai yang termahal Rp1 juta.

Menurut Indah, saat ini di Yogyakarta juga terdapat ratusan perajin kayu, beberapa di antaranya memiliki produk yang hampir sama dengan milik Indah. Kendati sempat sakit hati, Indah mengaku tetap optimistis, bahkan bangga karena motif batik kayu hasil karyanya lebih dari 10 tahun silam itu sekarang dijadikan tolok ukur dan menginspirasi banyak perajin.

“Yang penting saya berkomitmen untuk terus berkreasi dan menjaga kualitas produk, ” tandasnya. Indah menuturkan, untuk menjaga mutu, pembuatan produk batik kayu Rizki Ayu dilakukan melalui delapan tahapan.

Mulai dari pembuatan sketsa manual di media kayu, pembatikan, perebusan, pemberian granit, pewarnaan, perebusan kembali hingga diakhiri dengan proses finishing menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan aman (tidak menggandung racun) yang diaplikasikan dengan tiga kali proses.

Semua proses menghasilkan produk yang bertekstur amat halus saat dipegang seperti diselimuti kain batik. Tak seperti produk sejenis di pasaran yang bertekstur kasar saat diraba.

Generasi Penerus Batik

Indah Rahayu Indra bukan pemain baru dalam dunia perbatikan. Terlahir di Yogyakarta dari keluarga besar pengusaha kain batik, sejak kecil Indah sudah familier dengan proses membatik.

“Eyang saya punya usaha kain batik, lalu menurun ke ibu saya, pakdhe, dan sepupu-sepupu saya. Tapi, baru saya di keluarga yang mengembangkan batik kayu,” ujarnya. Indah menuturkan, semasa kuliah di Universitas Islam Indonesia, ia sudah menjadi tenaga marketing kecil-kecilan dari usaha kain batik milik keluarganya.

Dua tahun setelah lulus, tepatnya pada 1995, barulah ia merintis usaha kain batik sendiri dengan nama “Rizki Ayu” yang diambil dari nama depan putrinya. Lantaran dinilai lebih menjanjikan dan belum banyak pesaing, mulai 2002 secara perlahan bisnis batik kain digantikan dengan batik kayu untuk keperluan fungsional hingga sekarang.

“Untuk batik kain, saya hanya bikin kalau ada pesanan saja,” ucapnya. Kendati bukan pemain pertama di jagat batik kayu,Indah yang sejak kecil sudah memahami dunia perbatikan otomatis cepat menyesuaikan diri. Ia juga tak terpengaruh dengan aksi para kompetitornya yang menekan harga demi meraup keuntungan besar tanpa mempertimbangkan mutu produk.

“Banyak perajin yang menjual produk dengan harga murah dan mereka tidak mengerti art. Padahal, batik adalah produk budaya, harus mempunyai sentuhan art,” tandasnya.(inda susanti/koran SI)
(Koran SI/Koran SI/and)

Sumber : Okezone.com