Bukan PTN atau PTS yang Menentukan Lapangan Kerja

PADA 30 Juni lalu baru saja dimumkan hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan jumlah peserta SNMPTN terus meningkat setiap tahun. Ini membuktikan anggapan masyarakat bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) selalu lebih baik.
Anggapan bahwa PTN selalu lebih baik dari PTS (Perguruan Tinggi Swasta) adalah mitos belaka yang selama ini telah dipercaya oleh banyak orang. Anggapan ini muncul karena PTN umumnya memiliki sumber daya yang lebih baik, misalnya jumlah dosen yang bergelar Doktor lebih banyak. Hal ini disebabkan karena pada masa yang lalu pemerintah lebih memusatkan bantuannya kepada PTN.

Setiap tahunnya, ratusan ribu remaja Indonesia yang berijazah SMA ataupun SMK berebut tiket untuk kuliah di perguruan tinggi terkemuka, khususnya PTN. Tahun ini tercatat jumlah peserta SNMPTN sebanyak 540.953 peserta SNMPTN se-Indonesia dan yang diterima hanya 118.233 peserta. Bahkan tak jarang banyak yang menempuh jalan pintas untuk meraih hal itu. Mereka berharap dengan memiliki ijazah dari PTN dapat langsung meraih masa depan yang cemerlang.

Paradigma tersebut memang tidak salah, namun harus mulai diubah. Menurut hasil survei Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) memang dari sepuluh kampus terlaris di Indonesia menurut kalangan dunia kerja ditempati oleh delapan PTN dan hanya dua tempat untuk PTS. Urutan pertama diduduki oleh Universitas Indonesia (UI), kemudian berturut-turut diikuti oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Trisakti, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Katolik Atma Jaya, dan Universitas Diponegoro (Undip). (Renato, 2009).

Hasil survei di atas secara tidak langsung mengatakan bahwa PTN lebih unggul dari PTS berdasarkan keminatan perusahaan terhadap lulusannya. Para lulusan PTN memang dianggap lebih di mata masyarakat daripada lulusan PTS. Oleh karena itu, banyak calon pekerja yang berpikir bahwa lulusan PTN akan cepat direkrut. Dengan bangga mereka mengandalkan ijazah PTN-nya. Ini berbeda dengan pemikiran perusahaan-perusahaan pencari pekerja. Mereka membutuhkan pekerja yang berkompeten. Para lulusan PTN belum tentu dapat bersaing dengan lulusan PTS. Banyak para lulusan PTS yang lebih kompeten daripada lulusan PTN.
 
Ari Aprilis
Aktifis Forum Indonesia Muda (FIM)(//rhs)

Sumber : Okezone.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: