Sukun Jadi Pengganti Nasi dan Penyembuh Sakit Jantung

foto: ist

foto: ist

 

BOGOR– Siapa di antara kamu yang belum tahu sukun? Salah satu jenis buah-buahan yang potensial yang dikenal sebagai sumber karbohidrat dan mempunyai komposisi gizi yang relatif tinggi loh.Dalam daging sukun, tersdapat 100 gram berat basah sukun mengandung karbohidrat 35,5 persen, protein 0,1 persen, lemak 0,2 persen, abu 1,21 persen, fosfor 0,048 persen, kalsium 0,21 persen, besi 0,0026 persen, kadar air 61,8 persen, dan serat atau fiber dua persen.

Bukan rahasia lagi jika sukun dapat dikembangkan sebagai diversifikasi pangan. Sukun juga memiliki banyak manfaat untuk mengatasi penyakit kardiovaskular alias penyakit jantung.

Mahasiswa Departemen Teknologi Industri Institut Pertanian Bogor (IPB) Shinta Permatasari mengatakan manfaat sukun untuk penyembuhan penyakit kardiovaskular banyak dikaitkan dengan kandungan flavanoidnya.

“Sukun juga dapat dijadikan sebagai pangan alternatif cepat saji yang bergizi tinggi dan mengandung senyawa flavonoid yang baik untuk kesehatan jantung,” ujar Shinta dalam siaran persnya yang diterima okezone, Selasa (25/10/2011).

Shinta bersama Devi Aryati, Yana Taryana, Moh Arya Wicaksana, dan Rahayu Kurnia yang juga mahasiswa IPB melakukan penelitian bertajuk ‘Produk Inovasi Baru Nasi Cepat Masak Alternatif Pengganti Beras dengan Bahan Dasar Sukun yang Kaya Isoflavon’. Inovasi tersebut dibimbing oleh dosen IPB, Titi Candra Sunarti tersebut merupakan bagian dari Program Kreavitas Mahasiswa.

Senyawa flavonoid, lanjut Shinta, memiliki struktur 1,2-diarilpropan, yakni sebuah kelompok flavonoid yang banyak ditemukan di alam umumnya adalah flavon, flavonol, dan antosianidin. Sebagian besar flavonoid ditemukan di alam dalam bentuk glikosida, yaitu ikatan senyawa flavonoid dengan gula. Flavonoid merupakan antioksidan kuat yang dapat mereduksi radikal bebas dalam tubuh manusia. Sukun sangat baik untuk pengobatan kardiovaskular karena mengandung senyawa flavonoid.

Dalam program ini, jelas Shinta, buah sukun dibuat menjadi formula nasi cepat masak dengan mengkombinasikan tepung sukun dengan tepung jagung, tepung beras, tepung beras, tepung singkong, atau pati singkong.

“Kami berharap dapat mendukung ketahanan pangan sebagai produk diversifikasi pangan. Pemanfaatan sukun sebagai makanan pokok dapat dilakukan dengan mengolah sukun dengan campuran berbagai tepung komposit menjadi produk menyerupai nasi karena teknologi tepung campuran (tepung komposit) tampaknya cukup prospektif sebagai pendorong diversifikasi pangan,” akunya.

Beras yang terbuat dari sukun tersebut akan dibuat sedemikian rupa agar menjadi nasi yang cepat masak (quick cooking). “Selain hemat waktu, nasi cepat masak ini juga hemat penggunaan listrik dan air untuk memasaknya,” kata Shinta.

Dia menjelaskan mengenai proses pembuatan nasi cepat masak berbasis sukun ini. Mulanya, sukun dikupas, dibelah, direndam dalam garam, diiris, dan diblansing. Lalu chip sukun dijemur atau dikeringkan. Setelah kering digiling, diayak dan ditambah tepung beras atau lainnya dengan konsentrasi tertentu.

“Dilakukan penambahan guar gum, Kalium Carbonat, dan baking powder untuk merekatkan tepung. Kemudian dibentuk berupa grits. Dilakukan pengukusan, pengeringan, dan penanakan, maka nasi sukun siap disajikan,” urai paparnya.

Menurut Shinta, hasil formulasi terbaik ditetapkan berdasarkan uji organoleptik. Hasilnya adalah formulasi nasi sukun dengan bahan baku 50 persen tepung sukun dan 50 persen tepung beras paling disukai karena memiliiki rasa dan tekstur yang lebih disukai dibandingkan dengan formulasi nasi sukun yang lain.

“Beras ini memiki kadar protein 4,6 persen, kadar karbohidrat 83,5 persen, kadar lemak 1,2 persen, cooking loss 27,7 persen, kadar air 8,3 persen kadar abu 2,7 persen dan kadar flavonoid yang cukup banyak,” terang Shinta.

Berdasarkan temuan tersebut, dia pun berharap ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui umur simpan produk nasi sukun. Diharapkan pula ada penelitian lebih lanjut untuk memperbaiki rasa dan warna nasi sukun agar lebih disukai oleh konsumen.
(rhs)

Sumber : Riani Dwi Lestari-Okezone.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: